Talk Show Online “BPK & Keuangan Negara di Era Covid-19”

Anggota V Badan Pemeriksa Keuangan/Ketua Umum Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN), Prof. Dr. Bahrullah Akbar M.B.A. , CPA, CSFA, menjadi salah satu narasumber pada acara Talk Show OnlineBPK & Keuangan Negara di Era Covid-19” di Jakarta, Jumat (1/5/2020). Acara talkshow ini diselenggarakan oleh Kopertip Indonesia bekerja sama dengan Seameo Center Kemendikbud. Talk show ini dilaksanakan secara teleconference dengan bantuan aplikasi Zoom dan dapat disaksikan secara streaming melalui channel Youtube Kopertip Broadcast, serta dihadiri oleh berbagai kalangan, terutama kalangan akademisi dan pemerintahan, termasuk para pemeriksa internal BPK.

Turut hadir pula Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Padjadjaran, Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., Ph.D selaku narasumber, dan Dosen FPIK Universitas Diponegoro, sekaligus Pembina Kopertip (Konsorsium Perguruan Tinggi Provider Indonesia), Dr. rer.nat AB. Susanto, M.Sc.,  selaku Moderator.

Pada kesempatan tersebut, Anggota V BPK RI menyampaikan paparan mengenai Strategi dan Implementasi Pemeriksaan Laporan Keuangan Dalam Kondisi Pandemic Covid-19. Dalam paparannya, Anggota V BPK RI menjelaskan tentang SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) Analysis atas Pemeriksaan Laporan Keuangan di tengah Pandemic Covid-19. Beliau menegaskan bahwa segala keterbatasan yang terjadi akibat wabah Covid-19 ini, bukanlah sebuah alasan bagi pemerintah daerah untuk berleha-leha saat dilakukan pemeriksaan keuangan. Hal ini diakui sebagai salah satu threats (ancaman) dalam SWOT analysis beliau, yang dapat mengakibatkan waktu pemeriksaan menjadi lebih lama, sehingga BPK terus mendorong agar pemerintah daerah segera menyusun dan menyampaikan hal yang menjadi pokok pemeriksaan BPK. Ancaman ini terkait langsung dengan weakness yang diakibatkan oleh Covid-19, dengan tidak dapat dilaksanakannya beberapa prosedur pemeriksaan, antara lain tidak dapat dilakukannya pemeriksaan fisik, wawancara langsung dan pengumpulan dokumen yang valid.

Berdasarkan analisis tersebut BPK perlu menerapkan Strategi Pemeriksaan dalam Kondisi Pandemic Covid -19, yaitu pemeriksaan tetap dilaksanakan dengan pola Work From Home (WFH), melakukan komunikasi dengan stakeholder, menerapkan prosedur alternatif, dan optimalisasi pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pemeriksaan.

Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pemeriksaan Laporan Keuangan meliputi Penerapan Teknik audit berbantuan komputer (SA 315 par A83, SA 330 par A16), Pendokumentasian kertas kerja pemeriksaan secara elektronis (SA 230), dan Pemanfaatan aplikasi untuk pengendalian mutu audit atas laporan keuangan. Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam pemeriksaan Laporan Keuangan dapat diterapkan dalam bentuk Optimalisasi Pemanfaatan Online Platform yaitu Portal e-audit, Aplikasi SiAPLK, Aplikasi Monitoring LKPD.

Dalam Talkshow ini juga dilakukan sesi Tanya Jawab antara Peserta dan Narasumber. Anggota V menjawab pertanyaan peserta tentang perlu tidaknya pembatasan lingkup pemeriksaan saat wabah Covid-19 karena keterbatasan akses komunikasi dan hambatan lainnya. Beliau mengulangi penjelasan tentang strengths yang dimiliki BPK, yaitu telah dilakukannya pemeriksaan pendahuluan. Oleh karena itu, beliau menyatakan tidak dilakukan pembatasan lingkup pemeriksaan, maupun integritas dan profesionalisme pemeriksaan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara, tetapi terbatasi oleh lingkup pekerjaan secara Work From Home. BPK telah mengeluarkan pedoman pemeriksaan di era Covid-19 dan juga melalui pembangunan sistem informasi dan inovasi pemeriksaan oleh Biro TI yang mendukung pelaksanaan pemeriksaan keuangan.

Dalam kesempatan ini, Anggota V juga menjelaskan tentang Accountability for All yang mendorong tata kelola keuangan negara yang semakin transparan dan akuntabel melalui IPKN, dengan melaksanakan sertifikasi para pemeriksa internal dan eksternal.  Sebagai bentuk dari Accountability for All ini, terdapat 35 Kantor Akuntan Publik yang bekerja untuk dan atas nama BPK.

Pada sesi Talkshow ini juga diperkenalkan Institut Pemeriksa Keuangan Negara (IPKN) kepada peserta yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal IPKN, Gunarwanto S.E., M.M., Ak. , CSFA .

Pada sesi kedua, Narasumber Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., Ph.D mengangkat tema Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintahan Di Era Covid-19. Beliau menjelaskan antara lain tentang dampak Pandemic Covid-19 di Indonesia, fleksibilitas APBN sebagai instrumen utama kebijakan fiskal di tengah ketidakpastian, transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan Negara, dan pengawasan transparansi & akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan di era Covid-19.

Talk show ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat Strategi dan Implementasi Pemeriksaan Laporan Keuangan Dalam Kondisi Pandemic Covid-19 dan Akuntabilitas Penyelenggaraan Pemerintahan di Era Covid-19.

Materi Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, MA., Ph.D
Materi Prof. Dr. Bahrullah Akbar M.B.A. , CPA, CSFA
Pamflet acara Talk Show
Link Youtube Kopertip Broadcast

Posted in Uncategorized.